Bersedekah tidak harus menunggu sampai kita kaya, justru dengan sedekah kita akan menjadi kaya.
Ada sebuah kisah..
Diceritakan, ketika Nabi Ayub AS sedang mandi tiba-tiba Allah SWT mendatangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. Baginda menepis-nepis lengan bajunya agar belalang jatuh.
Lantas Allah SWT berfirman:
“Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?”
Nabi Ayub AS menjawab:
“Ya benar, wahai Sang Pencipta! Demi keagungan-Mu apalah makna kekayaan tanpa keberkahan-Mu.”
Kisah di atas menegaskan betapa pentingnya keberkahan dalam rezeki yang dikurniakan oleh Allah SWT. Kekayaan tidak akan membawa arti tanpa ada keberkahan. Dengan adanya keberkahan, harta dan rezeki yang sedikit akan bisa terasakan mencukupi. Sebaliknya, tanpa keberkahan rezeki yang meskipun banyak akan terasakan sempit dan menyusahkan.
Agar rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah.
Sabda Rasulullah SAW,
“Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.”
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan:
“Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah’. Yang satu lagi menyeru, ‘Musnahkanlah orang yang menahan hartanya’.”
Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah celaka.
The URI to TrackBack this entry is: http://gofar.blogsome.com/2008/09/26/menjadi-kaya-mendadak-dengan-sedekah/trackback/
http://senyum-yuk.co.cc
bagus-bagus.. anak yang baik..
heuheuheu
Piss..
tapi agak ragu dengan kalimat ini.
bukankah kematian itu tidak bisa disegerakan tidak juga bisa ditunda??
jadi yang namanya umur itu bukankah sudah ditetapkan?? tidak bisa di panjangkan apalagi dipendekkan??
wah.. Om dharto..!! ini mantap abiz dah..
tapi tu kata Yusup Mansyur bisa tok..
gimana dung.. hihihi
btw bisa memperpanjang umur? baru denger nih…
oh ya..
berarti bertambah dung pengetahuannya ni Rizky yah..
dari ga tw jadi tw..
meskipun masih ragu.. hihihi
baca postingan yang ini deh..
saya juga berpendapat sama, dan hingga kini yang insyaallah masih saya yakini adalah berapapun sedekah yang saya keluarkan insyaallah kembali kepada ku dengan jumlah berlipat dan dengan cara yang tidak disangka-sangka.
Dengan ‘nawaitu Menyucikan rezeki yang kita peroleh dengan menyisihkannya dalam bentuk sodakoh.
Allah Maha Kaya, lagi Maha Adil.
beribadahlah karena Allah.
wa’alaikumsalam wr.wb
Wls wr wb..
wah.. hebat..
makasi yah myavatarinside..
nambah juga ni ilmu sedekahnya..
heuheuheu..
maaf ye baru balas..
tuh sudah saya posting artikel kaitannya antara sedekah dan panjang umur..
makasi yah atas kunjungannya..
semoga Anda kembali..
ky selogan di rumah makan.. heuheuheu
“berapapun sedekah yang saya keluarkan insyaallah kembali kepada ku dengan jumlah berlipat dan dengan cara yang tidak disangka-sangka”
saya tidak setuju dengan sikap seperti ini. Bagimanapun juga tidak semua orang bersedekah itu hartanya bertambah berkali lipat bahkan berkurang. Masih ingatkan Abu Bakar menafkahkan semua hartanya di jalan Allah. Dan sampai akhir hayat beliau hartanya tidak bertambah sama sekali. Dan saya yakin Abu Bakar itu ikhlas dalam bersedekah. Jadi bertambahnya harta bukanlah hal yang pasti. semua terjadi atas kehendak Allah meskipun yang bersedekah adalah orang-orang yang ikhlas.
Terus terang saya merasa miris dengan adanya fenomena-fenomena sedekah hanya agar kita bertambah kaya saja. Saya sudah banyak melihat kisah2 seperti ini baik dari seorang ustadz dan juga yang lainnya.
Bahkan pernah ditulis di KR bagaimana seorang ustadz bersedekah dengan harapan mendapatkan kekayaan lebih. Cilakanya meskipun sudah mendapat title ustadz tetep aja malamnya dia nggak bisa tidur sambil merenungi kira2 kapan hartanya akan kembali. Apakah ini ikhlas ? bukan hanya itu, saya sering melihat kisah serupa, seorang yang termotivasi bersedekah hanya karena ingin mendapat harta dan terus memilikirkan kapan hartanya akan kembali. bagaimana mungkin hal tersebut disebut ikhlas ?