Motifasi Sukses Hari Ini

Saat orang lain diam, kita jalan. Saat orang lain jalan, kita lari.
Saat orang lain lari, kita sudah sampai. Saat orang lain sampai, kita istirahat.
Saat orang lain istirahat, kita udah jalan lagi.
One stop a head

June 27, 2008

Filed under: Lain-lain - Go Far @ 3:25 am

Kamis, 26 Juni 2008
Kemarin malam, saya dan beberapa teman dari Majelis budaya Rakyat (MBR) bertemu kembali. Agenda pertemuan kali ini membahas, apakah Film Sang Murabbi akan diputar terlebih dahulu di bioskop atau dalam bentuk VCD/DVD. Setelah mempertimbangkan beberapa hal, hampir bisa dipastikan Film Sang Murabbi : Mencari spirit Yang Hilang, tidak akan diputar di bioskop terlebih dahulu.

Apa kendala utamanya? Jelas masalah dana. Karena jika Film Sang Murabbi akan diputar di bioskop membutuhkan dana yang besar. Angkanya sedikit di bawah Satu eM (Hmmm.. saya menulis angka ini dengan menghela nafas yang cukup dalam). Jika tidak ada investor yang berani berjihad untuk dakwah, yang tidak hanya memikirkan keuntungan materi semata, mana bisa kami mendapatkan biaya untuk memblow up Film Sang Murabbi dari format Digital menjadi format Layar lebar.

Lalu, terobosan apa yang bisa dilakukan? Saya dan teman-teman bersepakat, kepada Ikhwan wal akhwat fillah rahimmakumullah yang berminat untuk menonton Film Sang Murabbi, kami menawarkan untuk membeli VCD/DVD Film Sang Murabbi secara indent atau memesan terlebih dahulu. Harga yang kami tawarkan ;


..Lanjutin baca ah..

June 25, 2008

Filed under: Lain-lain - Go Far @ 6:38 am

Begini ceritanya..
Sudah beberapa minggu ini saya memanjangkan janggut. Karna sebelum-sebelumnya saya baca buku temen saya, dan di dalam buku itu ada suatu bahasan tentang memelihara janggut. Ya sudah saya juga ikutin tuh panjangin jadinya..

Singkat cerita.. Saya silaturahim ke LABKOM UBL yang memang saya juga Alumni Assisten disana. Tidak heran, saya juga ketemu banyak teman-teman disana. Kata sebagian teman berkata “Wah.. Akang.. Udah berjanggut sekarang mah..”. Saya pun tersipu malu (apa coba).
1.. 2.. 3.. orang melihat heran janggut saya. Dalam hati berkata “Kenapa orang-orang pada ngatain janggut saya ya..??? Apa ada yang salah..???”. Saya pun semakin heran.

Pada akhirnya, tibalah waktu Shalat Ashar.
Taufan : “Hayu Kang kita shalat”
Go Far : “Hayu atuh”
Sedikit percakapan sebelum Shalat. Orang-orang pun berdatangan. Setelah selesai wudlu, orang-orang saling mendorong untuk jadi Imam Shalat Ashar tersebut.
Go Far : “Sok atuh Maulala jadi Imam”
Maul : “Yang paling tinggi sapa.. Sok jadi Imam” *hihihi
Taufan : “Hayu Kang Gofar.. jadi Imam.. Cocok lagi tuh udah berjanggut.. Meskipun Berantakan” *sambil ketawa
Go Far : “Wah..”

Saat itu juga pengen rasanya saya bercermin untuk melihat kenyataan pada janggut saya. Ya.. Mungkin Taufan itu mewakili orang-orang yang keheranan dengan janggut yang bergelantungan di dagu saya. Akhirnya saya sadar, dan saya segera “meribonding” janggut saya (Walah.. Ngga deng..). Saya sedikit merapihkan janggut saya sekarang.. dan ternyata lebih enak dilihat dari yang kemaren-kemaren.. hihihi